Amazon Product Previews

3 Jurus Ampuh Menghasilkan Uang Melimpah Dari Internet

Welcome


RockYou FXText

WELCOME TO MY BLOGSPOT

Hi, welcome and thank you for visit my blogspot

Website Statistic

I love u



RockYou FXText

29 August 2010

President leads Cabinet meeting on RI-Malaysia ties

The Jakarta Post, Jakarta | Mon, 08/23/2010 4:34 PM | National


President Susilo Bambang Yudhoyono held on Monday a plenary Cabinet meeting to discuss Indonesia-Malaysia ties following a recent incident in Tenjung Berakit waters in Riau, which has sparked an anti-Malaysia drive.

Yudhoyono said talks on border issues between Indonesia and Malaysia were pressing to solve territorial disputes facing the two neighbors.

The President called for proportional diplomatic measures in dealing with any dispute, but underlined that Indonesia would defend its territorial integrity at all cost.

“This is an era of cooperation, not war. Nevertheless if it concerns our territory and sovereignty we will do whatever we can [to defend national integrity],” Yudhoyono said as quoted by Antara news agency.

Malaysia has released three fishery and maritime patrol officers suspected of trespassing Malaysian territory, while Indonesia set free seven Malaysian fishermen accused of poaching in Indonesian waters. The deal, however, has failed to appease the public and politicians alike, who regretted the compromise.  

The Cabinet meeting also discussed efforts to maintain food security in the wake of global natural disasters, which occurred in, among other countries, China, Pakistan and Nigeria.

26 August 2010

Teknik Wawancara Yang Baik

Wawancara merupakan salah satu bagian terpenting dalam tugas jurnalistik. Wawancara merupakan proses pencarian data berupa pendapat/pandangan/pengamatan seseorang yang akan digunakan sebagai salah satu bahan penulisan karya jurnalistik.

Wawancara VS Reportase

Apakah wawancara sama dengan reportase? Jawabannya adalah tidak. Reportase memiliki ruang lingkup yang jauh lebih luas daripada wawancara, sedangkan wawancara merupakan salah satu jenis teknik reportase.Reportase dapat diartikan sebagai proses pengumpulan data yang digunakan untuk penulisan karya jusnalistik. Objek pengumpulan data tersebut dapat berupa manusia, makhluk hidup selain manusia, buku-buku, tempat bersejarah, dan sebagainya. Suatu reportase disebut sebagai wawancara jika objek reportasenya adalah manusia.

Ada beberapa jenis wawancara, yaitu:

1. Man in the street interview. Cara ini dilakukan bila kita ingin mengetahui pendapat umum masyarakat terhadap isu/persoalan yang hendak kita angkat menjadi bahan berita.

2. Casual interview, atau disebut juga wawancara mendadak. Ini adalah jenis wawancara yang dilakukan tanpa persiapan/perencanaan sebelumnya.

3. Personality interview, yaitu wawancara yang dilakukan terhadap figur-figur publik yang terkenal, atau bisa juga terhadap orang-orang yang dianggap memiliki sifat/kebiasaan/prestasi yang unik, yang menarik untuk diangkat sebagai bahan berita.

4. News interview, yaitu wawancara dalam rangka memperoleh informasi dan berita dari sumber-sumber yang mempunyai kredibilitas ataupun reputasi di bidangnya.

Wawancara yang Baik

Agar tugas wawancara kita dapat berhasil, maka hendaknya diperhatikan hal-hal – antara lain – sebagai berikut:

1. Lakukanlah persiapan sebelum melakukan wawancara. Persiapan tersebut menyangkut outline wawancara, penguasaan materi wawancara, pengenalan mengenai sifat/karakter/kebiasaan orang yang hendak kita wawancarai, dan sebagainya.

2. Taatilah peraturan dan norma-norma yang berlaku di tempat pelaksanaan wawancara tersebut. Sopan santun, jenis pakaian yang dikenakan, pengenalan terhadap norma/etika setempat, adalah hal-hal yang juga perlu diperhatikan agar kita dapat beradaptasi dengan lingkungan tempat pelaksanaan wawancara.

3. Jangan mendebat nara sumber. Tugas seorang pewawancara adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya dari nara sumber, bukan berdiskusi. Jika Anda tidak setuju dengan pendapatnya, biarkan saja. Jangan didebat. Kalaupun harus didebat, sampaikan dengan nada bertanya, alias jangan terkesan membantah.

Contoh yang baik: “Tetapi apakah hal seperti itu tidak berbahaya bagi pertumbuhan iklim demokrasi itu sendiri, Pak?”

Contoh yang lebih baik lagi: “Tetapi menurut Tuan X, hal seperti itu kan berbahaya bagi pertumbuhan iklim demokrasi itu sendiri. Bagaimana pendapat Bapak?”

Contoh yang tidak baik: “Tetapi hal itu kan dapat berbahaya bagi pertumbuhan iklim demokrasi itu sendiri, Pak.”

4. Hindarilah menanyakan sesuatu yang bersifat umum, dan biasakanlah menanyakan hal-hal yang khusus. Hal ini akan sangat membantu untuk memfokuskan jawaban nara sumber.

5. Ungkapkanlah pertanyaan dengan kalimat yang sesingkat mungkin dan to the point. Selain untuk menghemat waktu, hal ini juga bertujuan agar nara sumber tidak kebingungan mencerna ucapan si pewawancara.

6. Hindari pengajuan dua pertanyaan dalam satu kali bertanya. Hal ini dapat merugikan kita sendiri, karena nara sumber biasanya cenderung untuk menjawab hanya pertanyaan terakhir yang didengarnya.

7. Pewawancara hendaknya pintar menyesuaikan diri terhadap berbagai karakter nara sumber. Untuk nara sumber yang pendiam, pewawancara hendaknya dapat melontarkan ungkapan-ungkapan pemancing yang membuat si nara sumber “buka mulut”. Sedangkan untuk nara sumber yang doyan ngomong, pewawancara hendaknya bisa mengarahkan pembicaraan agar nara sumber hanya bicara mengenai hal-hal yang berhubungan dengan materi wawancara.

8. Pewawancara juga hendaknya bisa menjalin hubungan personal dengan nara sumber, dengan cara memanfaatkan waktu luang yang tersedia sebelum dan sesudah wawancara. Kedua belah pihak dapat ngobrol mengenai hal-hal yang bersifat pribadi, atau hal- hal lain yang berguna untuk mengakrabkan diri. Ini akan sangat membantu proses wawancara itu sendiri, dan juga untuk hubungan baik dengan nara sumber di waktu-waktu yang akan datang.

9. Jika kita mewawancarai seorang tokoh yang memiliki lawan ataupun musuh tertentu, bersikaplah seolah-olah kita memihaknya, walaupun sebenarnya tidak demikian. Seperti kata pepatah, “Jangan bicara tentang kucing di depan seorang pecinta anjing”.

10. Bagi seorang reporter pers yang belum ternama, seperti pers kampus dan sebagainya, kendala terbesar dalam proses wawancara biasanya bukan wawancaranya itu sendiri, melainkan proses untuk menemui nara sumber. Agar kita dapat menemui nara sumber tertentu dengan sukses, diperlukan perjuangan dan kiat-kiat yang kreatif dan tanpa menyerah. Salah satu caranya adalah rajin bertanya kepada orang-orang yang dekat dengan nara sumber. Koreklah informasi sebanyak mungkin mengenai nara sumber tersebut, misalnya nomor teleponnya, alamat villanya, jam berapa saja dia ada di rumah dan di kantor, di mana dia bermain golf, dan sebagainya.

Media Cetak VS Media Elektronik

Bagaimana cara memperoleh/mengumpulkan berita? Caranya adalah melalui reportase, yang bertujuan untuk mengumpulkan sebanyak mungkin data yang berhubungan dengan karya jurnalistik yang akan dibuat. Pihak yang menjadi objek reportase disebut nara sumber. Nara sumber ini bisa berupa manusia, makhluk hidup selain manusia, alam, ataupun benda-benda mati. Jika nara sumbernya berupa manusia, maka reportase tersebut bernama wawancara.

Dengan demikian, ada sedikit perbedaan antara reportase dengan wawancara. Wawancara merupakan bagian dari reportase, dan reportase tidak hanya dapat dilakukan terhadap manusia.

Namun perlu diingat bahwa wawancara untuk media cetak berbeda dengan wawancara untuk media elektronik. Wawancara untuk media elektronik biasanya dikemas semenarik mungkin. Sebelum wawancara berlangsung, seringkali dilakukan briefing antara pewawancara dan nara sumber, yang bertujuan untuk menjaga kelancaran wawancara. Hal ini dilakukan karena wawancara untuk media elektronik merupa kan “produk” tersendiri yang “dijual” kepada pemirsa/pendengar.

Sedangkan dalam media cetak, yang terpenting bagi pembaca adalah tulisan yang dibuat berdasarkan hasil reportase, sehingga proses wawancara tidaklah penting bagi mereka. Karena itu, wawancara untuk media cetak dapat berlangsung tanpa kemasan yang menarik ataupun briefing antara wartawan dengan nara sumber. Satu-satunya persiapan yang perlu dilakukan adalah persiapan wartawan itu sendiri, yang mencakup bahan wawancara dan pengetahuan umum mengenai materi wawancara. Sedangkan proses wawancaranya dapat berlangsung dalam berbagai situasi dan tempat. Bisa di kantor, di restoran sambil makan siang, lewat telepon, sambil berjalan menuju halaman parkir, sambil ngobrol, dan sebagainya (dari berbagai sumber yang direduksi)



09 August 2010

Saudi Says Deal Reached on BlackBerry Services


Associated Press, Riyadh | Sat, 08/07/2010 6:20 PM | Headlines
BlackBerry: JP/J. AdigunaBlackBerry: JP/J. Adiguna
Saudi Arabia and the makers of the BlackBerry smartphone have reached a deal on accessing users' data that will avert a ban on the phone's messenger service, a Saudi official said Saturday. 

The agreement, involving placing a BlackBerry server inside Saudi Arabia, would allow the government to monitor users' messages and allay official fears the service could be used for criminal purposes, the official said. 

The deal could have wide-ranging implications for several other countries, including India and the United Arab Emirates, which have expressed similar concerns over how BlackBerry maker Research in Motion Ltd., handles data. 

The Saudi regulatory official, who spoke on condition of anonymity because he was not authorized to discuss the details of the deal with the media, said tests were now under way to determine how to install a BlackBerry server inside the country. 

Canadian International Trade Minister Peter Van Loan confirmed Friday to the Associated Press that Canadian officials were in talks with the Canada-based maker and Saudi officials in a bid to avert the ban. RIM has declined to comment on the talks. 

The kingdom is one of a number of countries expressing concern that the device is a security threat because encrypted information sent on the phones is routed through overseas computers - making it impossible for local governments to monitor. 

Critics, however, maintain that Saudi Arabia and other countries are more motivated by the desire to further curb freedom of expression and strengthen already tight controls over the media than by a fear of terrorism. 

The United Arab Emirates has announced it will ban BlackBerry e-mail, messaging and Web browsing starting in October, and Indonesia and India are also demanding greater control over the data.


08 August 2010

Igo & Citra Indonesian Idol



Satu di antara mereka, akan dianugerahi gelar The Next Superstar of Indonesian Idol 2010.
MINGGU, 1 AGUSTUS 2010, 00:32 WIB
Siswanto, Nur Farida Ahniar
undefined
Indonesian Idol 2010 (indonesianidol.com)
VIVAnews - Finalis dua besar Indonesian Idol, Citra dan Igo, mendapatkan pujian selangit dari para juri karena penampilan memukau mereka di Grand Final Indonesian Idol, malam ini, Sabtu, 31 Juli 2010.

Satu di antara mereka, akan dianugerahi gelar The Next Superstar of Indonesian Idol 2010 yang akan diumumkan pada Sabtu, 7 Agustus 2010, mendatang.

Lagu pertama dibawakan Igo berjudul Andai Aku Bisa (Chrisye). Juri yang terdiri Agnes Monica, Anang, Erwin Gutawa, dan Rossa menilai Igo berkembang pesat belakangan ini.

Anang bahkan berkomentar Igo semakin bersahaja dan dewasa dalam pembawaan lagu.

Sementara Citra tampil membuka acara dengan menyanyikan lagu Pernah Muda (Bunga Citra Lestari). Citra dengan ciri khas jazz-nya membawakannya dengan nada latin.

Erwin Gutawa menilai Citra membawakan lagu itu dengan cara yang tak biasa. Sementara Anang menilai Citra sangat menguasai panggung dan mampu memukau semua yang hadir.

Grand Final Indonesian Idol berlangsung sangat meriah. Acara ini dibuka dengan lagu-lagu daerah yang dinyanyikan secara medley, seperti Gambang Suling, Ayo Mama, Gundul-gundul Pacul, dan Goro Gorone.
• VIVAnews