Amazon Product Previews

3 Jurus Ampuh Menghasilkan Uang Melimpah Dari Internet

Welcome


RockYou FXText

WELCOME TO MY BLOGSPOT

Hi, welcome and thank you for visit my blogspot

Website Statistic

I love u



RockYou FXText

04 October 2009

Tips Menghadapi Gempa Bumi

Gempa bumi terjadi dengan tiba-tiba, tanpa memberi peringatan. Gempa bumi dapat terjadi setiap saat pada waktu siang hari maupun malam hari. Gempa bumi di Indonesia pada periode 1997-2004 telah tercatat 52 kejadian dengan korban meninggal 7.574 orang, mengungsi 17.774 orang, kerugian harta benda Rp 798.064.435.000, dan mengakibatkan kerusakan 17.501 rumah (data ini belum termasuk korban gempa di Nanggroe Aceh Darussalam, sebelum tsunami).

Ada 25 wilayah di Indonesia rawan gempa bumi. Daerah rawan gempa bumi adalah (1). Nanggroe Aceh Darussalam, (2). Sumatera Utara – Simeulue, (3).Sumatera Barat, Jambi, (4). Bengkulu, (5) Lampung, (6). Banten  Pandenglang, (7). Jawa Barat  Bantar Kawung, (8). DI Yogyakarta, (9). Lasem, (10). Jawa Timur, Bali, (11). Nusa Tenggara Barat, (12). Nusa Tenggara Timur, (13). Kepulauan Aru, (14). Sulawesi Selatan, (15). Sulawesi Tenggara, (16). Sulawesi Tengang, (17). Sulawesi Utara, (18). Sangihe Talaud, (19). Maluku Utara, (20). Maluku Selatan, (21). Kepulauan Burung,  Papua Utara, (22). Jayapura, (23). Nabire, (24). Wamena, (25). Kalimantan Timur.

Gempa Bumi Dan Penyebabnya

Gempa bumi adalah suatu guncangan yang cepat di bumi disebabkan oleh patahan atau pergeseran lempengan tanah di bawah permukaan bumi. Kebanyakan gempa bumi terjadi di perbatasan antara pertemuan dua lempengan. Setiap hari terjadi puluhan bahkan ratusan gempa bumi di muka bumi ini, hanya saja kebanyakan kekuatannya kecil sekali sehingga tidak terasa oleh kita.

Gempa bumi terjadi karena beberapa faktor :(1) pergerakan lempeng. Jenis ini disebut gempa tektonik, umumnya regional dan sangat merusak; (2) kegiatan gunung api yang disebut gempa vulkanik. Umumnya gempa jenis ini terjadi setempat; (3) kegiatan manusia yang disebut gempa buatan atau gempa tiruan, umumya setempat dan tidak selalu dibuat.

Pada pergeseran lapisan berbatuan yang terjadi secara mendadak, terjadi getaran yang menjalar ke permukaan bumi dengan kecepatan besar; merupakan gelombang longitudinal gelompang P, gelombang transversal gelombang S, dan gelombang permukaan gelombang L. Ketiga gelombang tersebut menjalar serempak dari pusat gempa atau hiposentrum, tetapi karena faktor perbedaan dalam kecepatan, gelombang itu tertangkap secara beruntun pada seismograf. Dari perbedaan waktu itu dapat diperhitungkan tempat yang merupakan pusat getaran pada permukaan bumi atau episentrum.

Ada beberapa jenis gempa: Pertama, Gempa Gunung Api  gempa akibat kejutan langsung kekuatan gunung api. Kedua, Gempa Laut gempa yang episentrumnya terdapat di bawah permukaan laut tetapi di atas dasar laut. Biasanya menimbulkan gelombang yang dahsyat. Ketiga, Gempa Tektonik gempa karena pergeseran lapisan-lapisan bumi, yang terjadi jauh di bawah permukaan bumi. Dalam gempa tektonik biasanya terdapat suatu pusat gempa yang hiposentrum dan merupakan gempa yang dahsyat.

Akumulasi energi gempa adalah jumlah seluruh gempa yang pernah terjadi dalam periode 100 tahun. Akumulasi ini menjadi ukuran tingkat seismisitas pada pemetaan ini dan dijumlahkan dengan tingkat resiko tsunami. Gempa bumi yang sangat mematikan yang terjadi terakhir ini adalah gempa bumi di Nanggroe Aceh Darussalam yang mengakibatkan tsunami.

Ada dua cara yang hasilnya untuk menyatakan besarnya kekuatan gempa bumi yaitu skala Modifikasi Intensitas Mercalli dan Skala Richter. Skala Modifikasi Intensitas Mercalli menyatakan kekuatan gempa bumi yang digambarkan oleh kerusakan yang ditimbulkannya.

Guncangan dari gempa bumi ini dapat merobohkan bangunan, merusak jaringan jalan, merontohkan jembatan, pipa air, pipa gas, dan pipa minyak, dan jaringan telepon terputus, dan kadang menyebabkan tanah longsor, air bah yang tiba-tiba, dan tsunami.
Informasi

Pada awalnya gempa bumi yang lebih kecil akan diikuti oleh goncangan yang utama yang dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan lebih lanjut. Gempa kecil dapat terjadi pada jam pertama, atau setelah beberapa hari, beberapa minggu, dan bahkan bulan setelah terjadinya gempa utama.

Yang perlu diperhatikan pada saat terjadinya gempa bumi adalah bangunan tempat tinggal yang mudah roboh, sehingga kita perlu berhati-hati, jika perlu pindah dari gedung bekas gempa. Sedangkan mereka yang tinggal di sekitar pantai, perlu memperhatikan gejala air laut, sehingga kita segera mengungsi ke tempat lebih tinggi, agar tidak dapat dijangkau oleh ombak tsunami.


Rencana Menghadapi Gempa Bumi

1. kembangkan Rencana Keluarga Hadapi Bencana, termasuk di dalamnya bagaimana kita menghadapi gempa bumi. Kembangan perencanaan yang khusus mengenai gempa bumi. Pelajari dari kasus-kasus yang terjadi di sekitar kita tentang gempa bumi. Hubungi kantor Palang Merah Indonesia setempat untuk menanyakan kasus yang terkait dengan gempa bumi.

2. perlu melakukan latihan menghadapi gempa bumi. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi rasa takut pada saat terjadi gempa, sehingga terhindar dari kecelakaan yang fatal.

3. berbicara dengan pihak asuransi, terutama untuk menanyakan program perlindungan dari gempa bumi. Menginformasikan kepada semua anggota keluarga hal-hal yang harus dilakukan jika sewaktu-waktu terjadi gempa bumi, tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya kepanikan.

4. mendiskusikan gempa bumi dengan anggota keluarga. Semua orang harus tahu apa yang harus diberbuat jika anggota keluarga tidak bersama-sama. Mendiskusikan gempa bumi sebelum waktunya dapat membantu mengurangi ketakutan.

Apa Yang Harus Diceritakan Kepada Anak-anak

1. temukan tempat yang aman, baik di rumah atau di sekolah. Begitu juga dengan tempat aman di dalam dan di luar bangunan, untuk berlindung pada saat terjadi gempa.

2.jika pada saat terjadi gempa bumi, ada di dalam rumah atau ruang kelas, carilah bagian atau ruang yang aman sehingga kita tidak tertimpa oleh perabot rumah tangga seperti lemari, dan carilah meja yang kokoh untuk berlindung di bawahnya. Jika keadaan sudah dianggap tenang usahakan untuk keluar ruangan.

3. tunggu sampai suasana aman, kemudian perhatikan keadaan diri sendiri, selanjutnya bantu orang lain yang membutuhkan pertolongan. Bergerak secara hati-hati, khawatir ada tembok yang retak akan menimpa diri kita.

4. waspadalah dengan api. Api adalah resiko yang terkait dengan gempa bumi yang paling umum, terutama menyangkut aliran gas dan aliran listrik yang terputus.

Cara Melindungi Harta Benda

1. ikatlah lemari yang tinggi ke dinding, karena pada saat gempa bumi dikhawatirkan roboh.

2. mengamankan materi yang mungkin mudah jatuh televisi, buku, komputer, dan lain-lain, karena apabila terjatuh dapat menyebabkan kerusakan atau kerugian.

3. menambah kunci lemari dan pintu, supaya pada saat gempa bumi tidak mudah terbuka.

4. menyimpan bahan beracun seperti pestisida, dan produk yang mudah terbakar secara aman di dalam lemari yang tertutup dengan kuat. Dengan demikian produk kimia lebih sedikit mengurangi resiko yang mungkin terjadi.

5. mengganti bahan yang lebih berat, seperti gambar, cermin menjauh dari tempat tidur dan kursi.

6. perlu mempertimbangkan untuk mendirikan bangunan yang tahan gempa.

Media dan Gagasan Pendidikan Masyarakat

1.  meminta pemerintah untuk menjelaskan standar bangunan yang tepat untuk wilayah kita.

2. menerbitkan suatu informasi di dalam surat kabar lokal mengenai informasi keadaan darurat gempa bumi. Mencatatkan nomor telepon Dinas Kebakaran, Palang Merah Indonesia, dan rumah sakit.

3. menanyakan ke petugas listrik dan perusahaan air cara menutup saluran pada saat terjadi gempa.

Berbuat Apa Ketika Gempa Bumi Terjadi

1. pada saat gempa bumi terjadi dan kita terjebak di dalam ruangan, dianjurkan untuk berdiam diri dulu dalam beberapa waktu, supaya kita tidak tertimpa tembok atau bagian dari bangunan yang berakibat fatal. Pada beberapa kasus ada yang meninggal atau terluka, karena nekat keluar bangunan pada saat gempa tertimpa bagian bangunan, seperti tembok, genteng, kaca. Kalau berada di tempat tidur, lindungi kepala kita dengan bantal atau benda keras. Dan jika keluar gunakan sendal atau sepatu agar tidak kena beling kaca.

2. jika berada di luar rumah, cari tempat yang aman jauh dari pohon, tembok, dan tiang listrik. Kalau di dalam luar rumah hindari berada di dekat jendela atau pintu, terutama mereka yang berada di gedung bertingkat, dikhawatirken terlempar ke luar gedung.

3. jika kita berada di kawasan pantai, bergerak ke dataran tinggi. Karena khawatir gempa tersebut akan menyebabkan tsunami.

4. jika berada di daerah pegunungan hindari berada di sekitar wilayah yang ada karang, yang ditakutkan akan longsor dan akan menimpah kita.

Apa Yang Dilakukan Setelah Gempa Bumi Terjadi

1. cek diri kita apabila terjadi luka. Karena orang sering lupa akan keselamatan dirinya sendiri. Kita akan lebih mempedulikan orang lain jika kita tidak terluka.

2. melindungi diri dari bahaya lebihlanjut dengan menggunakan pakaian, sepatu, dan sarung tangan untuk bekerja. Agar kita terlindungi dari terkena benda-benda tajam.

3. setelah kita merawat diri sendiri, bantulah orang yang terluka atau orang yang terjerat. Hubungi kantor polisi dan rumah sakit terdekat, kemudian berikan pertolongan pertama. Jangan mencoba memindahkan orang yang mengalami luka serius, kecuali jika mereka berada dalam keadaan yang lebih berbahaya.

4. mencari sumber api, untuk menghindari dari bahaya kebakaran.

5. membersihkan cairan yang mudah terbakar yang berada di sekitar rumah. Hal ini untuk menghindari bahaya kebakaran.

6. membuka lemari dengan hati-hati. Karena mungkin pintu lemari bergeser, sehingga susah untuk membukanya secara manual.

7. memeriksa rumah secara lengkap untuk kemungkinan kerusakan. Memindahkan semua orang jika ruangan dianggap tidak aman untuk bertempat tinggal. Setelah gempa bumi, perbaiki atau robohkan bagian yang dianggap membahayakan.

8. bantu tetangga yang memerlukan bantuan tambahan, terutama bayi, orang tua jompo, dan orang dengan kecacatan.

9. dengan radio atau tv terkait dengan pengumuman pemerintah.

semoga bermanfaat. 

02 October 2009

Presiden Obama Sampaikan Belasungkawa atas Korban Gempa Sumbar

Presiden Obama Sampaikan Belasungkawa atas Korban Gempa Sumbar

AP Photo/ Pablo Martinez Monsivais

BANDUNG--MI: Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menyampaikan ucapan belasungkawa kepada rakyat Indonesia berkaitan dengan tragedi gempa bumi berkekuatan 7,6 pada Skala Richter yang terjadi di Sumatra Barat, 30 September 2009. 

Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan pada 1 Oktober 2009 di Washington, seperti dilansir dari siaran pers Kedubes AS, di Jakarta, Jumat (2/10), Presiden Obama mengemukakan, "Kami sangat berduka atas penderitaan dan kehilangan yang disebabkan oleh gempa di Sumatra Barat baru-baru ini". 

Pemerintahannya, sambungnya, telah berkomunikasi dengan Pemerintah Indonesia untuk menekankan bahwa Amerika Serikat selalu siap untuk menolong Indonesia dalam masa sulit. 

Ia juga menyatakan telah memerintahkan jajaran pemerintahannya untuk melakukan koordinasi terkait upaya-upaya perbaikan dan pemulihan yang terus berlangsung di wilayah yang terkena musibah. 

Indonesia, lanjutnya, adalah negara luar biasa yang terkenal dengan ketangguhannya mengatasi bencana alam.

Kedutaan Besar AS di Jakarta hari ini juga berencana mengumumkan akan segera memberikan bantuan untuk korban gempa kepada Pemerintah Indonesia. (Ant/OL-02)

11.945 Bangunan di Sumbar Rusak Berat

JAKARTA -- Akibat goncangan gempa bumi 7,6 skala richter di Sumatera Barat, Rabu (30/9) lalu, sedikitnya ada 11.945 bangunan mengalami rusak berat. Sebagian besar bangunan tersebut merupakan bangunan rumah milik penduduk di Sumatera Barat.

Berdasarkan data Satkorlak Propinsi Sumatera Barat hingga Jumat(2/10) oukul 12.15 WIB kemarin diketahui bangunan yang mengalami rusak sedang mencapai 3.046 unit dan rusak ringan mencapai 5.468 unit. 
''Sekolah yang mengalami rusak berat hingga saat ini terdata baru 55 sekolah di Padang Pariaman 54 sekolah dan di Kabupaten Pesisir Selatan 1 sekolah,'' papar Ketua Satkorlak Sumbar, Ir Ade Edward.

Bangunan rusak berat paling banyak terdapat di Padang Pariaman sebanyak 10.017 bangunan dimana yang rusak ringan hanya 60 bangunan. Di Kabupaten Pesisir Selatan bangunan rusak berat mencapai 1.327 unit, rusak sedang 2.846 unit, dan rusak ringan 3.715 unit. Di Kota BUkit Tinggi bangunan rusak berat mencapai 180 bangunan dan rusak ringan 50 unit. Di Kota Padang sendiri bangunan yang rusak berat 150 unit, rusak ringan 1.500 dan rusak sedang 200 unit. Di Kabupaten Padang Panjang bangunan rusak berat mencapai 160 unit dan rusak ringan 50 unit. Sedangkan di Kabupaten Pasaman bangunan rusak berat mencapai 111 unit dan rusak ringan 93 unit.

Selain tempat pendidikan, beberapa tempat ibadah dio Propinsi Sumatera Barat juga mengalami kerusakan parah. Di Padang Pariaman sedikitnya ada 51 masjid yang mengalami rusak berat dan di Kabupaten Pesisir Selatan 10 masjid rusak berat dan 23 rusak sedang. ''Kabupaten lainnya belum masuk datanya, kita masih melakukan pendataan di lapangan,'' tambah Ade. n fyz/tri

Gempa Bumi di Sumatera Barat : Malam Hari Mencekam

Korban Tewas Diperkirakan Ribuan

Umum 02-10-2009

*hendrik/zahendra/sulaiman/irvan/dcn/kps
MedanBisnis – Padang
Ribuan orang masih terhimpit di sejumlah bangunan yang ambruk akibat gempa. Di antaranya gedung Adira Finance Sawahan, ruko di Sawahan, reruntuhan ruko di Simpang Haru, di Mesjid Nurul Imam Padang, Apotik Sari depan Nurul Iman, Gedung Gama, BII Sudirman,  dan PT AGD di Bypass Padang. Demikian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam website-nya melukiskan.
Jumlah korban tewas akibat gempa 7,6 SR di Sumatera Barat pada Rabu sore diperkirakan mencapai ribuan orang. Para korban pada umumnya terjepit di reruntuhan bangunan, yang sebagian belum dievakuasi.
Sejumlah besar gedung bertingkat di Kota Padang mengalami rusak berat hingga roboh. Selain Hotel Bumi Minang dan Ambacang yang ambruk, Hotel Mariani juga luluh lantak. Hotel Mariani mengalami kerusakan sangat parah di bagian belakang dan samping. Meski tidak seberat luluh lantaknya Hotel Bumi Minang dan Ambacang, namun bangunan Hotel Mariani ini sudah tidak bisa digunakan lagi.
Tiga hotel yang luluh lantak ini terletak berdekatan dan berada di Jalan Bundo Kandung. Diperkirakan banyak korban yang tertimbun puing-puing reruntuhan.
Hingga pukul 13.40 WIB, proses evakuasi di tiga hotel itu masih terus dilakukan oleh TNI, Polri, Tim SAR dan relawan. Namun, peralatan berat yang didatangkan sangat terbatas. Saat ini, alat berat masih digunakan di Hotel Mariani.
Di Hotel Ambacang, menurut salah seorang karyawannya, diperkirakan ada sekitar 100-200 orang yang tertimbun di puing bangunan. “Tadi malam sudah ada beberapa orang yang sudah dievakuasi,” kata dia.
Sedangkan di Hotel Bumi Minang, sejumlah orang juga diperkirakan terperangkap. Namun, belum ada yang bisa memastikan berapa orang yang terperangkap di hotel bintang empat itu.
Sebagian besar gedung kantor di lingkungan Kantor Gubernur Sumatera Barat, termasuk Badan Kesbangpol dan Linmas Propinsi Sumatera Barat serta gedung Pusdalops Penanggulangan Bencana (Crisis Center) Sumatera Barat mengalami rusak berat.
Korban Tewas
Data sementara menyebutkan, korban tewas mencapai 529 orang. Petugas Satkorlak Depsos, Novi, Kamis (1/10), di Padang, menyebutkan, kebanyakan korban tewas berasal dari Kota Padang, yakni 376 orang,
“Dari Pariaman ada 11 jenazah, Solok 2 jenazah, Pasaman 75 jenazah, Padang Panjang 3 jenazah, dan Padang Pariaman 62 jenazah. Jenazah kini berada di RS di kota-kota di Sumatera Barat. Tim kami juga menyebar di sana,” ujar Novi.
Para korban luka berat dan ringan akibat bencana gempa dirawat di sejumlah RS, di antaranya RS M Djamil Padang, RS Reksodiwiryo Jalan Dr Wahidin, RSU Selasih Jalan Khatib Sulaiman, RSU Restu Ibu Jalan Proklamasi, dan RS Islam Siti Rahmah di Jalan Raya By Pass.
Para korban umumnya menderita luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Sebagian besar korban bahkan harus diamputasi untuk menyelamatkan nyawanya.
Pantauan di Posko RS M Djamil Padang, mayat korban gempa terus berdatangan. Hingga Kamis sore, tercatat sebanyak 63 mayat korban. RS terbesar di Kota Padang itu ramai dikunjungi masyarakat yang melihat daftar nama keluarganya yang tewas dalam musibah gempa.
“Para korban terpaksa diletakkan pada selasar, teras maupun tenda darurat yang dipasang di rumah sakit ini,” ujar Agus salah seorang warga yang berada di RSU M Jamil.
Selain masalah kapasitas, rumah sakit juga mengalami masalah dengan obat-obatan. Seperti gips untuk patah tulang maupun stok darah minim, sehingga sebagian pasien tidak dapat memperoleh pertolongan secara cepat.
Direktur RS M Jamil Padang, Suchyar Iskandar mengatakan, saat ini juga dirawat sebanyak 90 pasien korban gempa, dan 168 korban luka-luka. Dari daftar nama korban tewas di RS M Jamil, terdapat nama Yuli Syahrial, kepala Cabang Bank Internasional Indonesia Padang.
Menurut salah seorang petugas di BII, Yuli Syahrial baru beberapa bulan bertugas di Kota Padang. Ia tewas di kantornya, pada saat gempa terjadi.
Suasana Padang Kamis malam tampak mencekam. Aliran listrik yang padam, menyebabkan Kota Padang menjadi gelap. Sementara, lalu lintas kendaraan tampak ramai. Ekonomi Padang juga lumpuh total karena pusat-pusat perdagangan tutup.
Warga juga mengeluhkan sulitnya mendapat bahan bakar minyak (BBM). Antrean panjang terjadi di SPBU Padang. Tak banyak SPBU yang buka. “Di SPBU antre, saya jadinya beli eceran satu liter Rp 30 ribu,” ujar salah seorang wartawan lokal.
Jangan Anggap Remeh
Dari Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beserta rombongan tiba di Bandara Minangkabau Padang, Kamis sekitar pukul 15:30 WIB dan langsung menggelar rapat dengan Gubernur Sumatra Barat Gamawan Fauzi di ruang VIP bandara tersebut.
Presiden pun meminta agar gempa ini tidak dianggap remeh. “Tugas saya memastikan sistem bekerja. Saya ke sini sampai besok siang. Bencana ini jangan dianggap re;meh harus direspons secara overestimate, jangan underestimate,” kata SBY.
SBY menjelaskan, dalam keadaan panik seperti sekarang ini, diperlukan kepemimpinan yang mampu memberikan penjelasan yang benar kepada masyarakat tentang musibah yang telah terjadi. Jangan sampai penjelasan-penjelasan yang diberikan justru membuat suasana menjadi keruh.
“Dalam keadaan panik, rakyat memerlukan kepemimpinan, arahan yang jelas,” imbuh SBY.
Secara khusus, Presiden SBY juga menginstruksikan Gubsu dengan sekuat tenaga membantu Pemprop Sumbar. “Tadi Bapak Presiden menelpon saya, agar masyarakat Sumut merasakan keprihatinan saudara-saudara kita di Sumbar dan gempa ini lebih dahsyat dari gempa Yogyakarta,” kata Gubsu Syamsul Arifin.
Menurut Gubsu, pada Rabu malam Pempropsu sudah me;ngirimkan bantuan berupa 15 dokter, 200 kotak mie instan, 200 kotak air mineral, 100 kantung mayat, 75 kaleng roti dan mengirimkan personil Brimobda Sumut ke Sumbar.
Kamis kemarin, Pempropsu juga memberangkatkan 20 tenaga medis spesialis tulang, anestesia, bedah dan spesialis anak, 30 kotak makanan balita, tabung oksigen.
“Saya juga sudah memerintahkan seluruh kepala daerah kabupaten/kota untuk mengirimkan bantuan ke Padang. Presiden mengucapkan terima kasih kepada kita dan meminta kita untuk tidak berhenti sampai tadi malam saja memberi bantuan kepada para korban,” ujar Gubsu.